“Setiap
harapan pasti memiliki halangan yang akan meruntuhkan harapan tersebut, tapi
dengan harapan dan halangan itu kita dapat belajar sebuah arti kehidupan...”
Dinginnya
embun masih terasa di sekujur tubuh, bahkan hewan-hewan yang punya bulu lebat dan
hangat pun enggan untuk keluar, burung-burung pun sepertinya masih enggan
menyanyi dipagi ini. Kulihat jam yang ada di meja pinggir ranjangku, waktu
masih mennjukkan jam 4 pagi, tapi apa daya hari ini adalah sebuah hari besar
yang harus kuhadapi, awal semester yang merepotkan, mengingat hal itu segera ku
langkahkan ke kamar mandi untuk membasuh muka dan membersihkan diri.
Aku
Deva, Deva Rendy, seorang pelajar di sebuah SMK ternama di tempat kelahiranku,
malang. Maklum aku salah satu panitia di acara MOS (Masa Orientasi Siswa), jadi
aku harus menyiapkan semuanya sejak pagi buta, walaupun kegiatan pagiku ini
begitu sibuk, tapi tetap kurasakan sepi di awal hari seperti ini, ya....
seseorang sepesial yang selalu menyemangati dan selalu mengucap “Selamat pagi”
di salah satu pesanku tak ada di awal hari ini, atau memang tak akan pernah ada
untuk hari ini dan selanjutnya.
v
Kusingkapkan
lengan seragamku, ku lihat semua orang bekerja keras untuk acara ini, perlahan
keringat dari dahiku mulai mengalir,
“Hei..... Istirahat sana, biar ku
ganti” kata salah satu temanku menawarkan
“oke..., semangat ya.... ” balasku menyemangatinya
Dengan sempoyangan aku berjalan menuju tempat istirahat, tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkanku,
“oke..., semangat ya.... ” balasku menyemangatinya
Dengan sempoyangan aku berjalan menuju tempat istirahat, tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkanku,
“Kamu tau gak ini sudah jam berapa?!”
bentak salah satu panitia memarahi peserta
“iya kak tau, ini udah jam 8...” sambil menundukkan kepala
Tampak terlihat samar-samar wajah peserta malang itu, tapi tiba-tiba dia menyingkapkan rambutnya yang di ikat samping itu kebelakang, oh... tampak seorang wanita yang manis dan cantik, dengan pipi merah yang menandakan dia kewalahan...., sungguh manisnya cipta’an Tuhan ini, sejenak aku terpesona oleh sosok itu..
“iya kak tau, ini udah jam 8...” sambil menundukkan kepala
Tampak terlihat samar-samar wajah peserta malang itu, tapi tiba-tiba dia menyingkapkan rambutnya yang di ikat samping itu kebelakang, oh... tampak seorang wanita yang manis dan cantik, dengan pipi merah yang menandakan dia kewalahan...., sungguh manisnya cipta’an Tuhan ini, sejenak aku terpesona oleh sosok itu..
V
“Ahh.... Panas banget ya..” keluhku
pada salah satu panitia
“Aduh masih jam 8 udah kepanasan sih lo..?” komentar panitia itu
“ih.. biarin..., bagi minumnya dong..” jawabku seraya meminta minum
“udah ya.., gua mau jaga di depan dulu ganti’in yang lainnya..” kataku seraya berlari menuju lapangan depan
Semua peserta MOS terlihat sedang istirahat untuk kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan baris-berbaris, padahal terik matahari saat ini sangat amat menyengat kulit.
“dev.... sini...” panggil seorang panitia
“iya bentar...” jawabku sambil berlari menuju panitia itu
“ada apa?” kataku
“lo pimpin pasukan yang ini ya buat baris-berbaris, sampai entar waktu makan lo pegang yah..?” pinta panitia itu
“beres deh” balasku
Beberapa saat kemudian baris berbaris pun dimulai, terlihat seorang cewek manis terlambat yang tak asing bagiku berada di kelompokku...,
“oke pertama-tama perkenalkan diri dulu...” kataku
“siap kak....” kata kelompok itu yang terdiri dari 3 orang
“yap.. yang pertama, kamu tolong perkenalkan diri..”perintahku
“siap kak, nama saya Shinta Apriliani, bisa di panggil shinta..”
“lanjut...” kataku
“nama saya Putra Wisnu, biasa di panggil popon”
“lanjut, kamu yang tadi pagi telat..” sindirku pada cewek yang manis itu
“i...iya kak..., na..nama s..saya Jesica Veranda, biasa dipanggil Ve..”
Oh, ternyata nama seorang cewek manis itu Ve..., akhirnya aku tau namanya sejak hari ini dan mungkin akan berlanjut lebih akrab di hari esok..
“Aduh masih jam 8 udah kepanasan sih lo..?” komentar panitia itu
“ih.. biarin..., bagi minumnya dong..” jawabku seraya meminta minum
“udah ya.., gua mau jaga di depan dulu ganti’in yang lainnya..” kataku seraya berlari menuju lapangan depan
Semua peserta MOS terlihat sedang istirahat untuk kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan baris-berbaris, padahal terik matahari saat ini sangat amat menyengat kulit.
“dev.... sini...” panggil seorang panitia
“iya bentar...” jawabku sambil berlari menuju panitia itu
“ada apa?” kataku
“lo pimpin pasukan yang ini ya buat baris-berbaris, sampai entar waktu makan lo pegang yah..?” pinta panitia itu
“beres deh” balasku
Beberapa saat kemudian baris berbaris pun dimulai, terlihat seorang cewek manis terlambat yang tak asing bagiku berada di kelompokku...,
“oke pertama-tama perkenalkan diri dulu...” kataku
“siap kak....” kata kelompok itu yang terdiri dari 3 orang
“yap.. yang pertama, kamu tolong perkenalkan diri..”perintahku
“siap kak, nama saya Shinta Apriliani, bisa di panggil shinta..”
“lanjut...” kataku
“nama saya Putra Wisnu, biasa di panggil popon”
“lanjut, kamu yang tadi pagi telat..” sindirku pada cewek yang manis itu
“i...iya kak..., na..nama s..saya Jesica Veranda, biasa dipanggil Ve..”
Oh, ternyata nama seorang cewek manis itu Ve..., akhirnya aku tau namanya sejak hari ini dan mungkin akan berlanjut lebih akrab di hari esok..
v
Terasing dan terbuang, itulah
keadaanku saat ini, hanya duduk di pojokan sebuah taman bertemankan lagu sedih
yang kuputar dan kudengarkan melalui earphone
, sambil melihat sebuah kolam ditengah taman yang menyemburkan air ke atas
dan membuat hati terasa segar dan tentram,
“enak banget di posisi ini sambil ngeliat air mancur..” gumamku
“iya kak enak banget....”
“enak banget di posisi ini sambil ngeliat air mancur..” gumamku
“iya kak enak banget....”





.jpg)
