dewaardianata.blogspot.com

Saturday, 5 July 2014

18:46 | by Dev_Shoot | Categories: , | No comments

created by : @deva_awed
First Kiss (part 1)

FK1 dewaardianata.bolgspot.com


Setiap harapan pasti memiliki halangan yang akan meruntuhkan harapan tersebut, tapi dengan harapan dan halangan itu kita dapat belajar sebuah arti kehidupan...

                Dinginnya embun masih terasa di sekujur tubuh, bahkan hewan-hewan yang punya bulu lebat dan hangat pun enggan untuk keluar, burung-burung pun sepertinya masih enggan menyanyi dipagi ini. Kulihat jam yang ada di meja pinggir ranjangku, waktu masih mennjukkan jam 4 pagi, tapi apa daya hari ini adalah sebuah hari besar yang harus kuhadapi, awal semester yang merepotkan, mengingat hal itu segera ku langkahkan ke kamar mandi untuk membasuh muka dan membersihkan diri.
                Aku Deva, Deva Rendy, seorang pelajar di sebuah SMK ternama di tempat kelahiranku, malang. Maklum aku salah satu panitia di acara MOS (Masa Orientasi Siswa), jadi aku harus menyiapkan semuanya sejak pagi buta, walaupun kegiatan pagiku ini begitu sibuk, tapi tetap kurasakan sepi di awal hari seperti ini, ya.... seseorang sepesial yang selalu menyemangati dan selalu mengucap “Selamat pagi” di salah satu pesanku tak ada di awal hari ini, atau memang tak akan pernah ada untuk hari ini dan selanjutnya.
v
                Kusingkapkan lengan seragamku, ku lihat semua orang bekerja keras untuk acara ini, perlahan keringat dari dahiku mulai mengalir,
“Hei..... Istirahat sana, biar ku ganti” kata salah satu temanku menawarkan
“oke..., semangat ya.... ” balasku menyemangatinya
                Dengan sempoyangan aku berjalan menuju tempat istirahat, tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkanku,
“Kamu tau gak ini sudah jam berapa?!” bentak salah satu panitia memarahi peserta
“iya kak tau, ini udah jam 8...” sambil menundukkan kepala
                Tampak terlihat samar-samar wajah peserta malang itu, tapi tiba-tiba dia menyingkapkan rambutnya yang di ikat samping itu kebelakang, oh... tampak seorang wanita yang manis dan cantik, dengan pipi merah yang menandakan dia kewalahan...., sungguh manisnya cipta’an Tuhan ini, sejenak aku terpesona oleh sosok itu..
V
“Ahh.... Panas banget ya..” keluhku pada salah satu panitia
“Aduh masih jam 8 udah kepanasan sih lo..?” komentar panitia itu
“ih.. biarin..., bagi minumnya dong..” jawabku seraya meminta minum
“udah ya.., gua mau jaga di depan dulu ganti’in yang lainnya..” kataku seraya berlari menuju lapangan depan
                Semua peserta MOS terlihat sedang istirahat untuk kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan baris-berbaris, padahal terik matahari saat ini sangat amat menyengat kulit.
“dev.... sini...” panggil seorang panitia
“iya bentar...” jawabku sambil berlari menuju panitia itu
“ada apa?” kataku
“lo pimpin pasukan yang ini ya buat baris-berbaris, sampai entar waktu makan lo pegang yah..?” pinta panitia itu
“beres deh” balasku
                Beberapa saat kemudian baris berbaris pun dimulai, terlihat seorang cewek manis terlambat yang tak asing bagiku berada di kelompokku...,
“oke pertama-tama perkenalkan diri dulu...” kataku
“siap kak....” kata kelompok itu yang terdiri dari 3 orang
“yap.. yang pertama, kamu tolong perkenalkan diri..”perintahku
“siap kak, nama saya Shinta Apriliani, bisa di panggil shinta..”
“lanjut...” kataku
“nama saya Putra Wisnu, biasa di panggil popon”
“lanjut, kamu yang tadi pagi telat..” sindirku pada cewek yang manis itu
“i...iya kak..., na..nama s..saya Jesica Veranda, biasa dipanggil Ve..”
Oh, ternyata nama seorang cewek manis itu Ve..., akhirnya aku tau namanya sejak hari ini dan mungkin akan berlanjut lebih akrab di hari esok..
v
Terasing dan terbuang, itulah keadaanku saat ini, hanya duduk di pojokan sebuah taman bertemankan lagu sedih yang kuputar dan kudengarkan melalui earphone , sambil melihat sebuah kolam ditengah taman yang menyemburkan air ke atas dan membuat hati terasa segar dan tentram,
“enak banget di posisi ini sambil ngeliat air mancur..” gumamku
“iya kak enak banget....”


aku terkaget mendengar suara yang menjawab gumamanku tadi, ku toleh di belakangku..
“oh kamu ve..., udah selesai pelajarannya?” jawabku
“udah kok kak, kakak napain disini sendirian? Kenapa ga kumpul sama anak ekskul kayak biasanya?” kata Ve
“hahaha lagi pengen sendiri aja kok..” jawabku
“Yaudah, Ve temenin yah..?” pinta Ve
“kalo ga keberatan... hehehehe”
Percakapan pun berakhir, terlihat aku dan Ve seperti sepasang kekasih yang baru, diam dan tenang saat duduk berdua, jujur saat ini aku merasa canggung, canggung yang teramat sangat.
“hmm... kak, kakak suka hal-hal yang berbau jepang ya?” kata Ve memecah kesunyian
“bisa di bilang sih..., tak tak semua yang berbau jepang aku suka” jawabku
“Jadi kalo cewek sukanya cewek jepang ya?” tanya Ve lagi
“ga juga, lagian cewek indonesia banyak yang cantik dan manis kok, napain juga pake milih cewek jepang” jawabku panjang lebar
“oh... emang udah punya cewek?” tanya Ve
“eh kok tiba-tiba tanya gitu?” jawabku sambil menghadap ve dengan muka merah
“ya gapapa kak, cuman pengen tau aja..” jawab ve
“aku tuh ya masih Jomblo, kenapa emang? Ada temen kamu yang naksir?” kataku
“ah ge-er banget kak....” jawab Ve seraya mengeluarkan sebuah laptop
Percakapan kami pun berlanjut hingga langit di taman sekolah berupah menjadi kuning ke merah-merahan. Dan sepi hari ini pun terisi oleh kedatangan Ve.
V
Hari ini adalah sebuah hari besar bagi sekolah, hari kebangga’an yang telah lama dinantikan, japane’se festival, mungkin sebagian orang beranggapan acara ini adalah hal yang biasa, tapi tidak bagi kami di sekolah ini, karena selama 8 tahun kami belum berkesempatan mengadakan acara seperti ini,
“Ohayou senpai,... ve minta jadwal setnya dong..” kata ve sambil menuju ke arahku
“oh iya ini..., tapi ini masih belum sepenuhnya fix, entar ada perubahan dari ketua..” kataku
“oh.. ini kok cuman 2 jam ve jaganya?” tanya ve
“makanya itu belum fix...  aku hubungin kalo ada perubahan” jawabku seraya meninggalkan ve
aku melangkah menuju atap sekolah berharap pikiranku yang sibuk memikirkan acara ini dapat tenang, sekaligus cari angin.
“hmmm... udah 1 tahun setengah ya.., bentar lagi ujian” gumamku sambil memandang langit dan berimajinasi dengan bentuk awan yang saat ini kulihat.
asyik memainkan imajinasi dengan awan itulah keada’anku sekarang, dan tiba-tiba imajinasiku berubah menjadi sebuah hal yang hampir menyerupai kenyataan, di lagit yang cerah tanpa sadar bayangan wajah Ve terlihat jelas di langit.
“ha..? Ve?”gumamku
“ah udahlah ga mungkin kalo ngarepin ve..”lanjutku seraya berdiri dan melanjutkan kegiatan di acara tersebut
V
Angin berhembus kencang menghempas tubuhke dan ve sore ini, langit jinggapun mengindahkan waktu sore ini, dan langkah kaki kami pun terhenti di sebuah pematang sungai dekat jembatan utama,
“Senpai....” kata Ve memanggilku
“ya..?” jawabku sambil menoleh ke arah ve yang membelakangi matahari sore
“Senpai punya orang yang spesial?” tanya ve
“hmm..., belum mungkin..” jawabku ragu
“ih... yang pasti dong jawabnya...” gerutu ve sambil menarik-narik tanganku
Karena tarikan ve yang mengagetkanku, akupun tak sanggup menjaga keseimbanganku, dan kami pun terjatuh, tergulung-gulung hingga tepi sungai yang berumput itu, tanpa sadar saat ini kami saling bertindih dan saling memandang, sesegera mungkin aku beranjak dari atas Ve yang tampak tak kuat menahan berat tubuhku,
“eh... maaf ya ve.... ada yang luka?” kataku
“hehehehehe gapapa kok, lagian ve yang salah udah tarik-tarik senpai” jawab ve sambil berusaha berdiri
“senpai....” panggil ve
merespon panggilan ve pun aku menoleh ke arah ve yang saat ini berada di belakangku, saat menoleh tiba-tiba “cup...”, bibir ve mencium pipiku
“makasih ya buat semuanya kak” kata senpai sambil berlari meninggalkanku
“eh iya tapi.... ah sudahlah” jawabku bingung
Mungkin memang dia yang selama ini buat aku tenang, dia yang selalu ada saat sepi datang, rasa nyaman apa yang kurasakan saat ini, entah apa itu tapi yang pasti saat ini aku ingin semua hariku kedepan dengan ve, dan di temani ve, seperti langit sore yang indah yang selalu ada saat matahari akan tenggelam.
V

2 hari setelah kejadian di pematang sungai itu ada prasaan aneh setiap aku melihat ve, saat dia tersenyum tanpa kusadari akupun ikut tersenyu. Siang ini ada latihan basket antara timku dan kelas 1, timku sedang bersiap-siap di arena lapangan basket yang dikelilingi oleh banyak murid, tatapanku pun terpaku pada seseorang yang dengan semangat menyoraki namaku dan sedang membawa kertas bertuliskan namaku, ya dia adalah ve.
“Senpai...., ganbatte....!” teriak ve
“makasih ya ve...” balasku sambil melambaikan tangan
Pertandingan pun dimulai dengan tanda peluit dari wasit, permainan yang seru dan sengit menghiasi lapangan saat ini, dan ditambah ramainya sorakan-sorakan dari masing-masing pendukung menjadikan suasana lapangan saat itu seperti pertandingan basket internasional.
Panas matahari pun menyengat ubun-ubunku, rasa pusing yang sangat amat melanda diriku, yang kudengar saat ini ialah sebuah teriakan namaku, “deva..., ambil bolanya” begitulah teriakannya, tanpa kusadari bola telah menghantam wajahku dan membuatku terjatuh tak sadarkan diri.

perlahan kubuka mataku, rasa pusing masih kurasakan…
“Senpai… udah sadar?” kata seseorang yang duduk di sebelah aku berbaring, dan itu adalah ve
“eh ve…, aku dimana?” tanyaku
“senpai di UKS, tadi senpai pinsan gara-gara kena bola” jelas ve
“gimana pertandingannya?” tanyaku lagi
“lancar kok…, riky senpai yang gantiin…, jadi tenang aja” jawab ve
aku berusaha bangun dari posisiku, kurasakan tubuhku terasa berat, amat sangat berat.
“senpai…, jangan dibuat bangun dulu…” kata ve sambil tangannya mencegah tubuhku bangun
“udah gapapa kok ve…” kataku
“bohong…, bangunnya masih berat gitu masa udah gapapa” kata ve sambil membenarkan selimut yang kupakai
“makasih ya..” kataku
“iya senpai…” jawab ve
ku toleh jendela yang ada di sebelahku, terlihat lapangan basket yang masih penuh dengan siswa yang menonton jalannya pertandingan,
“Senpai….” Panggil ve
aku menoleh kearah ve dan tanpa sadarpun….
“cup…”
bibir ve dan bibirku saling bersentuhan…
“ve sayang senpai….” Kata ve seraya menjauh dari wajahku dan memalingkan wajah
“eh… apa?” tanyaku terkaget
“udah deh lupakan senpai, istirahat dulu sana…” kata ve sambil keluar dari ruang UKS
aku hanya bias terdiam mendongak kearah jendela, melihat siswa yang bubar dari lapangan, “ve ya…., tadi itu first kiss kan..? masa sih sama ve” gumamku seraya menutup mata dan beristirahat.
V

Last first kiss 


“Kiss me if you answer my love
Kiss me as a proof that you love me
Kiss me and remove my sorrows
Kiss me because you were the last one for me

You are my first and last kiss
Kiss me and I'll make a promise with you
Kiss me and live with me
Kiss me when I wake up in the morning
Kiss me because you're my soul flower

You're my first and last kiss”

bersambung...

0 comments:

Post a Comment

No SARA dan dilarang saling menjatuhkan, hargai karya orang lain.