dewaardianata.blogspot.com

Thursday, 20 March 2014

04:31 | by Dev_Shoot | Categories: , | No comments
With You Shania...... (Part2)
created by : @deva_awed

shania2 dewaardianata.bolgspot.com


Tadaaa.... Part 2 terbit, ye,,.... (*suara tepuk tangan)
hahahahaha, terima kasih, terima kasih *lempar cium kemana-mana
ok kemarin dari mana *buka cerita yang kemaren
oh iya sampai negara api menyerang.... eh kok negara api emang ini cerita apa’an *salah buka cerita ==
ok beneran, serius...
selamat membaca J (‘O’)/...

Tiba-tiba sania berlari ke pagar dan menoleh ke arahku smbil tersenyum manis, dengan segera ku bidik dengan kamera

“gimana? Cantik kan??” tanya Shania
“iya cantik banget…. ” kagumku
“dev… aku suka kamu, aku sayang kamu, mau kan jadi orang yang berharga buat aku..?” tanya Shania
“Are you serious? But why me?” kataku
“because………….”

“because?” kataku penasaran
“ah susah ngomong pake bahasa inggris, indonesia aja yah hehehehehe..” canda shania
“hadeh, ya udah cepet ngomong, kepo nih gua..” kataku
“hehehehe iya..., karna selama ini cuman kamu yang bisa bikin aku senyum, nyaman, sebenernya sih udah dari dulu aku suka sama kamu, tapi aku takut aja kamunya ga suka sama aku..” jelas shania

Entah kenapa aku tak bisa berkata sepatah katapun, aku hanya bisa tersenyum melihat wajah shania yang memerah, aku pun terbang ke dalam kekaguman akan wajah shania dan tanpa menyadari bahwa shania telah memelukku dari belakang saat ini.

“Brak...!!”

Sebuah suara mengagetkanku, aku dan shania menoleh ke arah suara tersebut...

“Hana...??” kataku dan shania bersama’an
“de, de, deva.... shania...” kata hana terpatah-patah
Tak memberi kesempatan untuk menjawab, Hana langsung berlari meninggalkan kami, terlihat tasnya masih tergeletak di tempat dia menjatuhkannya tadi, melihat hal itu shania pun langsung tertunduk tak berkata apa-apa.

*Skip

Sejak kejadian kemarin entah kenapa shania dan hana yang setiap saat selalu dekat, bagaikan anak kembar siam, sekarang jadi seperti orang yang tak saling kenal, bahkan tak pernah bertemu.

“shan... aku mau ngomong, ke loteng yah” kataku lewat pesan

tak begitu membuang waktuku shania datang

“ada apa dev?” kata shania
“entah benar atau salah, ada yang kamu sama hana sembunyi’in dari aku kan?” kataku sambil menghadap ke arah pagar, melihat ke arah lapangan bisbol
Shania hanya terdiam menunduk dan memelukku dari belakang, tiba-tiba...

“PLAK....!!”

Terkejut mendengar suara yang tak asing aku menghadap ke arah shania, terlihat hana menampar pipi shania yang basah teraliri air mata.

“Penghianat lo shan...!!, gini cara lo balas budi waktu itu?! Dasar Jalang...!! enyah lo...” Bentak Hana marah sambil mendorong tubuh Shania sampai terjatuh.
“dengerin gua dulu shan... gua ga ber...”
“apa!? Dengerin apa lagi?! Udah cukup, udah cukup, semua udah cukup ngejelasin!  And lo dev...., gua benci ama lo...!!” bentak shania sambil menjatuhkan air mata dan berlari kami
“Eh... gua?, apa salah gua? Kenapa tiba-tiba gua di benci?” batinku bingung.

Aku hanya bisa diam elihat pertengkaran tadi, tak mampu berbuat apa-apa, terlihat shania menagis diatas tangannya yang ditumpukan pada lutut,

“ma, ma, maaf dev..., gara-gara a.. aku kamu jadi kena masalah kayak gini..” kata shania terisak-isak
“udah deh, disini ga ada yang salah, udah ga usah nangis, ceritain ke aku dari awal, mungkin aku bisa pecahin masalahnya..,” kataku

Shania pun menceritakan semua permasalahannya panjang lebar, dan akupun hanya bisa mengangguk-angguk mengerti, dan ternyata Shania dan hana sama-sama suka ke aku, hana selalu cerita tentang perasa’annya ke shania, dan hana meminta bantuan shania untuk membawaku ke tokyo tower malam itu, agar hana bisa mengatakan perasa’annya, tapi shania mengatakan perasa’annya terlebih dahulu sebelum hana.