With You Shania...... (Part2)
created by : @deva_awed
Tadaaa.... Part 2 terbit,
ye,,.... (*suara tepuk tangan)
hahahahaha, terima kasih, terima kasih *lempar cium kemana-mana
ok kemarin dari mana *buka cerita yang kemaren
oh iya sampai negara api menyerang.... eh kok negara api emang ini cerita apa’an *salah buka cerita ==
ok beneran, serius...
selamat membaca J (‘O’)/...
hahahahaha, terima kasih, terima kasih *lempar cium kemana-mana
ok kemarin dari mana *buka cerita yang kemaren
oh iya sampai negara api menyerang.... eh kok negara api emang ini cerita apa’an *salah buka cerita ==
ok beneran, serius...
selamat membaca J (‘O’)/...
Tiba-tiba sania
berlari ke pagar dan menoleh ke arahku smbil tersenyum manis, dengan segera ku
bidik dengan kamera
“gimana? Cantik kan??” tanya Shania
“iya cantik banget…. ” kagumku
“dev… aku suka kamu, aku sayang kamu, mau kan jadi orang yang berharga buat aku..?” tanya Shania
“Are you serious? But why me?” kataku
“because………….”
“because?” kataku penasaran
“ah susah ngomong pake bahasa inggris, indonesia aja yah hehehehehe..” canda shania
“hadeh, ya udah cepet ngomong, kepo nih gua..” kataku
“hehehehe iya..., karna selama ini cuman kamu yang bisa bikin aku senyum, nyaman, sebenernya sih udah dari dulu aku suka sama kamu, tapi aku takut aja kamunya ga suka sama aku..” jelas shania
“iya cantik banget…. ” kagumku
“dev… aku suka kamu, aku sayang kamu, mau kan jadi orang yang berharga buat aku..?” tanya Shania
“Are you serious? But why me?” kataku
“because………….”
“because?” kataku penasaran
“ah susah ngomong pake bahasa inggris, indonesia aja yah hehehehehe..” canda shania
“hadeh, ya udah cepet ngomong, kepo nih gua..” kataku
“hehehehe iya..., karna selama ini cuman kamu yang bisa bikin aku senyum, nyaman, sebenernya sih udah dari dulu aku suka sama kamu, tapi aku takut aja kamunya ga suka sama aku..” jelas shania
Entah kenapa aku tak bisa
berkata sepatah katapun, aku hanya bisa tersenyum melihat wajah shania yang
memerah, aku pun terbang ke dalam kekaguman akan wajah shania dan tanpa
menyadari bahwa shania telah memelukku dari belakang saat ini.
“Brak...!!”
Sebuah suara
mengagetkanku, aku dan shania menoleh ke arah suara tersebut...
“Hana...??” kataku dan shania bersama’an
“de, de, deva.... shania...” kata hana terpatah-patah
“Hana...??” kataku dan shania bersama’an
“de, de, deva.... shania...” kata hana terpatah-patah
Tak memberi kesempatan
untuk menjawab, Hana langsung berlari meninggalkan kami, terlihat tasnya masih
tergeletak di tempat dia menjatuhkannya tadi, melihat hal itu shania pun
langsung tertunduk tak berkata apa-apa.
*Skip
Sejak kejadian kemarin
entah kenapa shania dan hana yang setiap saat selalu dekat, bagaikan anak
kembar siam, sekarang jadi seperti orang yang tak saling kenal, bahkan tak
pernah bertemu.
“shan... aku mau ngomong,
ke loteng yah” kataku lewat pesan
tak begitu membuang waktuku shania datang
tak begitu membuang waktuku shania datang
“ada apa dev?” kata
shania
“entah benar atau salah, ada yang kamu sama hana sembunyi’in dari aku kan?” kataku sambil menghadap ke arah pagar, melihat ke arah lapangan bisbol
“entah benar atau salah, ada yang kamu sama hana sembunyi’in dari aku kan?” kataku sambil menghadap ke arah pagar, melihat ke arah lapangan bisbol
Shania hanya terdiam
menunduk dan memelukku dari belakang, tiba-tiba...
“PLAK....!!”
Terkejut mendengar suara
yang tak asing aku menghadap ke arah shania, terlihat hana menampar pipi shania
yang basah teraliri air mata.
“Penghianat lo shan...!!,
gini cara lo balas budi waktu itu?! Dasar Jalang...!! enyah lo...” Bentak Hana
marah sambil mendorong tubuh Shania sampai terjatuh.
“dengerin gua dulu shan... gua ga ber...”
“apa!? Dengerin apa lagi?! Udah cukup, udah cukup, semua udah cukup ngejelasin! And lo dev...., gua benci ama lo...!!” bentak shania sambil menjatuhkan air mata dan berlari kami
“Eh... gua?, apa salah gua? Kenapa tiba-tiba gua di benci?” batinku bingung.
“dengerin gua dulu shan... gua ga ber...”
“apa!? Dengerin apa lagi?! Udah cukup, udah cukup, semua udah cukup ngejelasin! And lo dev...., gua benci ama lo...!!” bentak shania sambil menjatuhkan air mata dan berlari kami
“Eh... gua?, apa salah gua? Kenapa tiba-tiba gua di benci?” batinku bingung.
Aku hanya bisa diam
elihat pertengkaran tadi, tak mampu berbuat apa-apa, terlihat shania menagis
diatas tangannya yang ditumpukan pada lutut,
“ma, ma, maaf dev...,
gara-gara a.. aku kamu jadi kena masalah kayak gini..” kata shania terisak-isak
“udah deh, disini ga ada yang salah, udah ga usah nangis, ceritain ke aku dari awal, mungkin aku bisa pecahin masalahnya..,” kataku
“udah deh, disini ga ada yang salah, udah ga usah nangis, ceritain ke aku dari awal, mungkin aku bisa pecahin masalahnya..,” kataku
Shania pun menceritakan
semua permasalahannya panjang lebar, dan akupun hanya bisa mengangguk-angguk
mengerti, dan ternyata Shania dan hana sama-sama suka ke aku, hana selalu
cerita tentang perasa’annya ke shania, dan hana meminta bantuan shania untuk
membawaku ke tokyo tower malam itu, agar hana bisa mengatakan perasa’annya,
tapi shania mengatakan perasa’annya terlebih dahulu sebelum hana.

